Standar Proteksi Kebakaran dan Regulasinya di Indonesia

standar proteksi kebakaran di indonesia

Kami mengerti bahwa dunia proteksi kebakaran bisa sangat membingungkan, terutama dengan banyaknya peraturan dan standar yang harus dipatuhi. Untuk membantu Anda, kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan.

1. Berapa Jarak Penempatan APAR yang Ideal?

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.04/MEN/1980, jarak penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak boleh lebih dari 15 meter. Jarak ini diukur dari satu APAR ke APAR berikutnya, memastikan bahwa APAR dapat dijangkau dengan cepat saat terjadi kebakaran.

alat pemadam api ringan

Tinggi APAR dari Lantai: Aturan Emas Penempatan Alat Pemadam Api Ringan yang Efektif

2. Apakah Setiap APAR Harus Memiliki Sertifikasi?

Ya, setiap APAR harus memiliki sertifikasi dari instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran setempat. Sertifikasi ini menjamin bahwa APAR telah diuji dan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Memiliki APAR tanpa sertifikasi dapat membahayakan dan melanggar peraturan.

Kenapa Sertifikasi SNI pada Alat Pemadam Api Bukan Sekadar Formalitas?

3. Apakah Ada Syarat Khusus untuk Pemasangan APAR?

Ada beberapa syarat penting:

  • APAR harus dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau.
  • Bagian atas APAR harus berada pada ketinggian maksimal 1,2 meter dari lantai.
  • Pemasangan tidak boleh berada di balik benda lain yang bisa menghalangi akses.
  • Setiap APAR harus diberi tanda APAR, biasanya berupa stiker atau plakat merah dengan tulisan putih, yang dipasang tepat di atasnya.

Panduan Penempatan APAR Standar K3 & Regulasi Industri

4. Seberapa Sering APAR Perlu Diisi Ulang?

APAR perlu diisi ulang (refill) setelah digunakan, meskipun hanya sebentar. Selain itu, secara umum APAR yang belum digunakan pun harus diisi ulang setiap 1 hingga 2 tahun, tergantung pada jenis media pemadamnya. Inspeksi tahunan oleh teknisi bersertifikat sangat disarankan untuk memastikan isinya masih dalam kondisi prima.

Pengisian Ulang APAR Powder: Begini Cara Isi Ulang yang Benar

standar proteksi kebakaran

5. Apakah Sistem Sprinkler Wajib di Setiap Bangunan?

Kewajiban pemasangan sistem sprinkler diatur dalam berbagai peraturan, termasuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008. Umumnya, sistem ini diwajibkan untuk bangunan-bangunan berisiko tinggi seperti gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, hotel, dan fasilitas industri. Tujuannya adalah untuk memberikan proteksi otomatis dan mengendalikan api sebelum menyebar.

sistem proteksi kebakaran terpadu

Sprinkler System: Hujan Buatan Dalam Gedung Saat Kebakaran

Jadikan Proteksi Kebakaran Prioritas Utama Anda

Mematuhi peraturan dan standar adalah langkah awal yang paling penting. Dengan memahami setiap detailnya, Anda tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga melindungi aset dan nyawa.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan konsultasi profesional, jangan ragu untuk menghubungi kami di Karina Fire. Kami siap membantu Anda merancang, memasang, dan memelihara sistem proteksi kebakaran yang tepat dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Sumber tambahan:

Tapi jika Anda masih awam tentang dunia sistem proteksi kebakaran, anda bisa merujuk pada beberapa tautan artikel kami. Artikel-artikel ini membahas topik seputar alat pemadam kebakaran yang penting.

MORE NEWS

Petugas keselamatan melakukan inspeksi APAR tambang pada unit alat berat di area open pit.

Panduan Inspeksi APAR Tambang: Tips Checklist & Perawatannya

Lingkungan tambang yang keras dengan debu pekat, getaran tinggi, dan cuaca ekstrem membuat prosedur perawatan alat pemadam berbeda total dari standar gedung biasa. Artikel ini menyajikan panduan komprehensif inspeksi APAR tambang,
Instalasi sistem fire suppression heavy equipment pada unit haul truck tambang untuk mencegah kebakaran mesin.

Fire Suppression Heavy Equipment: Cegah Unit Terbakar Total

Di industri pertambangan, kehilangan satu unit alat berat akibat kebakaran berarti kerugian miliaran rupiah dan terhentinya produksi. Artikel ini mengupas tuntas teknologi fire suppression heavy equipment, mulai dari cara kerja otomatis,
Ilustrasi lorong tambang bawah tanah dengan penunjuk arah menuju ruang perlindungan darurat atau refuge chamber.

Mitigasi Risiko Kebakaran Tambang Bawah Tanah & Jalur Evakuasi

Kebakaran di lorong bawah tanah adalah skenario paling mematikan dalam dunia industri. Asap beracun yang terperangkap dalam sistem ventilasi menjadi pembunuh utama, bukan jilatan api. Artikel ini mengupas strategi mitigasi risiko