Table of Contents
ToggleDasar Penerapan Standar APAR di Lingkungan Rumah Sakit
Rumah sakit adalah fasilitas dengan tingkat risiko kebakaran yang lebih tinggi dibandingkan gedung layanan umum. Penggunaan listrik intensif, alat medis berpresisi tinggi, gas medis, hingga bahan kimia laboratorium membuat standar APAR rumah sakit harus mengikuti regulasi ketat.
Banyak fasilitas medis yang mulai melakukan pembaruan sistem proteksi kebakaran setelah memahami pentingnya standar tersebut, termasuk melakukan evaluasi kapasitas alat pemadam seperti yang dibahas pada artikel tentang cara menentukan kapasitas APAR klinik yang menjadi rujukan banyak rumah sakit saat melakukan audit internal.
Pengalaman tim inspeksi Karina Fire menunjukkan bahwa sebagian besar hambatan di rumah sakit muncul bukan karena tidak memiliki APAR, melainkan karena standar pemasangan, jenis tabung, dan perawatannya tidak sesuai pedoman. Inilah pentingnya memahami panduan dari Permenkes, NFPA, dan SNI secara terstruktur.
Standar APAR Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes
Permenkes menekankan pentingnya sistem proteksi aktif dan pasif pada fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk APAR, ada beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi.
Poin Utama Standar Permenkes
• Setiap lantai harus memiliki distribusi APAR yang sesuai risiko ruangan
• Setiap titik instalasi medis wajib dilindungi oleh alat pemadam yang kompatibel
• Akses ke APAR tidak boleh terhalang benda apa pun
• APAR harus memiliki kartu inspeksi dan jadwal pemeriksaan berkala
Pada banyak rumah sakit, inspeksi bulanan sering diabaikan sehingga kondisi tekanan tabung menurun tanpa disadari. Padahal, pemeriksaan tekanan dan kondisi selang merupakan syarat wajib dalam standar APAR rumah sakit menurut Permenkes.
Sumber resmi Permenkes yang relevan untuk standar APAR di fasilitas pelayanan kesehatan:
- Permenkes No. 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit.
- Permenkes No. 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (memuat ketentuan proteksi kebakaran aktif & pasif).
- Permenkes No. 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (mencakup persyaratan proteksi kebakaran).
Standar APAR Rumah Sakit Berdasarkan NFPA
NFPA memberikan panduan teknis yang lebih rinci mengenai jenis kebakaran, klasifikasi APAR, serta jarak jangkauan. Rumah sakit biasanya mengacu pada NFPA 10 karena dokumen ini membahas penggunaan APAR secara lengkap.
Tabel Rekomendasi NFPA untuk Lingkungan Medis
| Jenis Ruang | Risiko Kebakaran | APAR Rekomendasi | Jarak Maksimal |
|---|---|---|---|
| ICU dan Ruang Elektronik | Elektrikal | CO2 atau Clean Agent | 10 meter |
| Laboratorium | Kimia cair | Foam atau Clean Agent | 10 meter |
| Farmasi | Cairan mudah terbakar | Foam atau CO2 | 10 meter |
| Ruang Administrasi | Kelas A | Dry Chemical Powder | 15 meter |
| Area Dapur | Minyak panas | Wet Chemical | 10 meter |
Data dalam tabel ini menjadi bagian penting dari perencanaan penempatan APAR rumah sakit. Untuk memahami penempatan yang benar sesuai standar ruang medis, panduan lengkap mengenai lokasi penempatan APAR di rumah sakit dapat menjadi rujukan dalam memperkuat sistem keselamatan kebakaran.
Standar APAR Rumah Sakit Berdasarkan SNI
Indonesia memiliki SNI 03-1745 yang mengatur spesifikasi teknis alat pemadam api ringan. Untuk fasilitas medis, standar APAR rumah sakit harus memenuhi:
• Warna tabung merah dengan label jelas
• Seluruh komponen telah lulus uji kualitas
• APAR dilengkapi segel dan pressure gauge
• Masa pakai tabung serta media pemadam sesuai ketentuan
• Proses refill dilakukan pada fasilitas resmi dan bersertifikat
SNI juga menekankan bahwa setiap tabung harus memiliki nomor seri untuk memudahkan pelacakan inspeksi. Hal ini penting untuk rumah sakit besar dengan jumlah APAR yang mencapai ratusan unit.
Jenis APAR yang Diperbolehkan untuk Rumah Sakit
Berdasarkan karakteristik risiko lingkungan medis, berikut jenis APAR yang umum digunakan.
1. APAR Clean Agent
Digunakan untuk area elektronik intensif seperti ICU, NICU, ruang server, dan ruang operasi. Clean Agent tidak meninggalkan residu sehingga aman untuk perangkat sensitif. Aman digunakan untuk lingkungan medis karena tidak merusak peralatan, sehingga proses perawatan pasien maupun operasional perangkat bisa tetap berlangsung tanpa gangguan.
2. APAR CO2
Cocok untuk panel listrik dan ruang genset rumah sakit. CO2 efektif meredam api tanpa merusak komponen elektronik. CO2 juga ideal untuk area dengan risiko percikan api dari peralatan bertegangan tinggi karena mampu memadamkan tanpa meninggalkan residu yang dapat mengganggu keselamatan pasien maupun operasional peralatan medis.
3. APAR Foam
Digunakan untuk gudang obat dan ruangan yang menyimpan cairan mudah terbakar. Digunakan untuk mengendalikan kebakaran yang melibatkan cairan mudah terbakar sekaligus membentuk lapisan pemutus oksigen, sehingga risiko nyala ulang dapat dicegah dengan lebih efektif.
4. APAR Wet Chemical
Merupakan standar untuk area dapur karena mampu memadamkan minyak panas secara stabil. Jenis APAR ini juga mampu mencegah nyala ulang secara efektif sehingga keamanan area dapur rumah sakit tetap terjaga selama operasional berlangsung.
Penerapan Standar APAR pada Berbagai Ruang Rumah Sakit
1. Ruang Operasi
Ruang operasi membutuhkan alat pemadam yang tidak mengganggu sterilisasi. Karena itu APAR Clean Agent ditempatkan di area depan pintu ruangan. Penempatan di dalam area operasi tidak dianjurkan agar sterilisasi tetap terjaga.
2. Laboratorium
Laboratorium kimia membutuhkan APAR Foam atau Clean Agent. Unit biasanya dipasang dekat pintu masuk agar staf tidak perlu mendekati sumber api. Penempatan APAR juga harus mempertimbangkan jenis bahan kimia yang digunakan agar media pemadam benar-benar kompatibel dan tidak menimbulkan reaksi berbahaya.
3. Instalasi Gawat Darurat
IGD membutuhkan akses cepat sehingga APAR dipasang di dekat area triase. Ruangan ini juga membutuhkan signage jelas untuk memudahkan tim saat kondisi darurat. Penempatan APAR di IGD juga harus mempertimbangkan potensi hambatan mobilitas, sehingga pemasangannya perlu berada pada titik yang mudah dijangkau tanpa mengganggu alur perawatan pasien.
4. Koridor Utama
Koridor adalah pusat mobilitas pasien, sehingga penempatan APAR rumah sakit harus mempertimbangkan kenyamanan dan aksesibilitas. Jarak tempuh antar APAR idealnya tidak melebihi 15 meter untuk area kelas A dan 10 meter untuk area kelas B dan C.
Tantangan Umum dalam Implementasi Standar APAR di Rumah Sakit
Banyak rumah sakit menghadapi tantangan saat menerapkan standar APAR, terutama ketika sistem proteksi kebakaran belum diperbarui dalam beberapa tahun.
- Kesadaran Staf Masih Rendah: Sebagian besar insiden berkaitan dengan minimnya pemahaman staf mengenai jenis APAR, cara penggunaan, dan lokasi penempatan. Program pelatihan rutin menjadi kunci untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
- Dokumentasi dan Inspeksi Tidak Teratur: Beberapa fasilitas belum memiliki sistem pencatatan inspeksi yang rapi, sehingga jadwal pengecekan tekanan, selang, dan segel sering terlewat. Padahal dokumentasi yang baik merupakan bagian penting dari pemenuhan standar Permenkes, NFPA, dan SNI
- Penempatan Belum Mengikuti Zonasi Risiko: Masih ditemukan penempatan APAR yang tidak mempertimbangkan kategori risiko ruangan. Penyesuaian berdasarkan zonasi risiko (kelas A, B, C) diperlukan agar respon kebakaran lebih efektif dan sesuai standar keselamatan.
FAQ
- Apakah standar APAR rumah sakit wajib mengikuti NFPA?
Sebagian besar rumah sakit menjadikan NFPA sebagai acuan teknis karena detail dan mudah diterapkan. - Standar APAR apa yang paling relevan untuk Indonesia?
SNI dan Permenkes adalah acuan utama, namun banyak fasilitas menambah NFPA untuk memastikan keamanan maksimal. - Berapa jarak optimal antar unit APAR di rumah sakit?
Antara 10 sampai 15 meter tergantung jenis risiko ruangan.
Ingin memastikan standar APAR rumah sakit Anda sudah sesuai Permenkes, NFPA, dan SNI? Karina Fire menyediakan layanan audit, perhitungan kebutuhan APAR, hingga instalasi yang mengikuti pedoman industri.
Hubungi kami sekarang untuk meningkatkan standar keselamatan fasilitas medis Anda dan lindungi pasien serta tenaga kesehatan dengan sistem proteksi kebakaran terbaik.

Hi! Saya Ronny, seorang SEO specialist di Karinafire. Saya secara konsisten memantau pembaruan dan perkembangan terbaru di dunia sistem proteksi kebakaran. Melalui artikel-artikel ini, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan dan pengalaman untuk solusi proteksi kebakaran yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan sekitar.