Masa Berlaku APAR: Jangan Anggap Remeh! Kunci Kesiapan Pemadam Api

masa berlaku apar

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah salah satu perangkat keselamatan yang wajib ada di setiap rumah, kantor, dan fasilitas publik. Ia adalah garis pertahanan pertama saat terjadi kebakaran kecil, berpotensi mencegah kerugian besar dan menyelamatkan nyawa.

Namun, seringkali ada satu aspek penting dari APAR yang terabaikan: masa berlakunya. Sama seperti produk makanan atau obat-obatan, APAR juga memiliki umur pakai dan periode efektif yang perlu diperhatikan. Mengabaikan masa berlaku APAR sama saja dengan menyimpan “senjata” yang mungkin tidak berfungsi di saat paling krusial.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa memahami dan mematuhi masa berlaku APAR sangat penting, apa saja faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana cara memastikan APAR Anda selalu dalam kondisi siap pakai.

Memiliki APAR yang kadaluarsa atau tidak terawat dengan baik justru bisa menjadi bahaya tersendiri. Ketika api mengancam, setiap detik berharga. APAR yang gagal berfungsi karena media pemadamnya sudah menggumpal, tekanan habis, atau komponennya rusak, akan merenggut kesempatan emas untuk memadamkan api di tahap awal. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai masa berlaku APAR bukan hanya sekadar formalitas, melainkan investasi nyata dalam keamanan properti dan orang-orang di dalamnya.

Artikel terkait: Mengenal Jenis Alat Pemadam Kebakaran: Panduan Lengkap untuk Proteksi Optimal

Mengapa APAR Punya Masa Berlaku?

Mungkin Anda bertanya, mengapa tabung besi yang berisi serbuk atau cairan ini bisa “kadaluarsa”? Ada beberapa alasan penting di balik adanya masa berlaku APAR:

  1. Degradasi Media Pemadam:
    • Dry Chemical Powder: Seiring waktu, serbuk kimia kering dapat menggumpal akibat kelembaban atau getaran. Jika menggumpal, serbuk tidak akan bisa keluar dengan lancar saat tuas ditekan, atau bahkan menyumbat nozzle.
    • Foam/Busa: Konsentrat busa dapat mengalami pemisahan lapisan (delaminasi) atau kehilangan kemampuan membentuk busa yang efektif seiring waktu dan paparan suhu.
    • CO2: Meskipun gas CO2 tidak “kadaluarsa” secara kimiawi, segel pada tabung bisa saja melemah atau mengalami kebocoran mikro yang menyebabkan tekanan berkurang seiring waktu.
    • Air/Wet Chemical: Air bisa terkontaminasi atau wet chemical bisa kehilangan efektivitas kimianya.
  2. Kehilangan Tekanan:
    • APAR bekerja dengan mendorong media pemadam keluar menggunakan tekanan tinggi (biasanya nitrogen atau gas pendorong lainnya). Tekanan ini dapat menurun seiring waktu, bahkan tanpa penggunaan, akibat kebocoran kecil pada segel atau katup. Manometer (pengukur tekanan) adalah indikator utama untuk ini.
  3. Kerusakan Komponen Fisik:
    • Selang, nozzle, pin pengaman, segel, dan katup APAR bisa mengalami korosi, retak, atau kerusakan fisik lainnya akibat paparan lingkungan, suhu ekstrem, atau penanganan yang tidak tepat. Komponen yang rusak dapat menyebabkan APAR tidak berfungsi atau bahkan berbahaya saat digunakan.
  4. Standar Keamanan dan Regulasi:
    • Badan standar keamanan (seperti NFPA – National Fire Protection Association, atau SNI di Indonesia) menetapkan periode inspeksi, pengujian, dan pengisian ulang untuk memastikan APAR selalu memenuhi standar performa dan keamanan. Ini adalah bagian dari upaya global untuk memastikan kesiapan alat pemadam kebakaran.

Berapa Lama Masa Berlaku APAR?

Masa berlaku APAR sebenarnya terdiri dari dua aspek utama: masa berlaku media pemadam dan masa berlaku tekanan/uji tabung.

  1. Masa Berlaku Media Pemadam:
    • Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia Kering): Umumnya direkomendasikan untuk diisi ulang (atau diganti jika kondisinya buruk) setiap 1-2 tahun sekali. Meskipun banyak produsen mengklaim serbuknya bisa bertahan lebih lama, penggumpalan sering terjadi dalam periode ini, terutama di iklim tropis atau area dengan kelembaban tinggi.
    • Carbon Dioxide (CO2): Karena CO2 adalah gas, secara kimiawi tidak “kadaluarsa”. Namun, tabung harus diisi ulang dan diuji tekanan setiap 5 tahun sekali (hydrostatic test) untuk memastikan integritas tabung dan mencegah kebocoran. Pengisian ulang juga diperlukan jika ada penurunan tekanan yang signifikan.
    • Foam (Busa): Umumnya harus diisi ulang setiap 1-2 tahun sekali, karena konsentrat busa bisa terdegradasi.
    • Water & Wet Chemical: Biasanya perlu diisi ulang setiap 1-2 tahun sekali.
  2. Uji Tekanan Tabung (Hydrostatic Test):
    • Terlepas dari jenis media pemadam, tabung APAR secara keseluruhan wajib menjalani uji hidrostatis (hydrostatic test) setiap 5 tahun sekali. Uji ini memastikan integritas struktural tabung dapat menahan tekanan tinggi dan tidak ada retakan atau kelemahan yang berisiko meledak saat digunakan. Setelah uji ini, tabung akan diisi ulang dengan media pemadam baru.

Penting: Selalu periksa label pada APAR Anda dan ikuti rekomendasi pabrikan serta peraturan setempat.

masa berlaku apar

Cara Memastikan APAR Siap Pakai

Untuk memastikan APAR Anda selalu berfungsi optimal saat dibutuhkan, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Inspeksi Visual Bulanan:
    • Cek Manometer (Pengukur Tekanan): Pastikan jarum berada di area hijau. Jika di merah (kurang) atau di atas hijau (overcharged), APAR perlu diservis.
    • Periksa Segel Pengaman: Pastikan pin pengaman masih terpasang dan segel tidak rusak atau hilang. Ini menunjukkan APAR belum pernah digunakan atau diganggu.
    • Periksa Fisik Tabung: Cari tanda-tanda kerusakan, penyok, karat, atau kebocoran pada tabung, selang, dan nozzle.
    • Periksa Label: Pastikan label mudah dibaca dan informasi mengenai jenis APAR, petunjuk penggunaan, serta tanggal servis terakhir/berikutnya terlihat jelas.
  2. Pengocokan Periodik (Khusus Dry Chemical Powder):
    • Untuk APAR Dry Chemical Powder, balikkan tabung beberapa kali setiap 3-6 bulan sekali. Ini membantu mencegah serbuk menggumpal di dasar.
  3. Lakukan Pengisian Ulang dan Servis Berkala:
    • Jangan menunggu APAR digunakan atau tekanan habis. Lakukan pengisian ulang sesuai rekomendasi jenis media (1-2 tahun) dan uji hidrostatis (5 tahun) oleh penyedia jasa bersertifikat.
    • Ini juga kesempatan bagi teknisi untuk memeriksa semua komponen secara menyeluruh dan mengganti jika ada yang rusak.
  4. Penempatan yang Tepat:
    • Tempatkan APAR di lokasi yang mudah dijangkau, terlihat jelas, dan jauh dari sumber panas ekstrem atau kelembaban tinggi.
  5. Pelatihan Penggunaan:
    • Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda tahu cara menggunakan APAR dengan benar (ingat metode PASS: Pull, Aim, Squeeze, Sweep).

Mengabaikan masa berlaku APAR adalah risiko yang tidak sepadan dengan konsekuensinya. APAR yang terawat dan dalam kondisi prima adalah investasi kecil yang mampu menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian besar. Jangan tunda, segera cek kondisi APAR Anda hari ini!

Anda bisa mengacu pada regulasi terkait alat pemadam kebakaran pada tautan ini.

PT. Karina Multi Persada adalah spesialis dalam penyediaan APAR berkualitas tinggi dan layanan pengisian ulang serta perawatan yang profesional. Kami memastikan APAR Anda selalu dalam kondisi siap pakai, sesuai dengan standar keamanan nasional dan internasional.

Hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan layanan terkait kebutuhan alat pemadam kebakaran Anda. Prioritaskan keselamatan, pastikan APAR Anda selalu siap melindungi!

MORE NEWS

alat pemadam api ringan

Alat Pemadam Api Ringan: Ringkas & Tanggap Saat Golden Minute

Di setiap koridor perkantoran, sudut pabrik, hingga rumah sakit, kita sering melihat tabung merah yang tergantung di dinding. Objek ini, yang dikenal sebagai alat pemadam api ringan atau APAR, adalah pahlawan

electric fire pump

Electric Fire Pump: Penyuplai Air Stabil Untuk Sprinkler & Hydrant

Saat berbicara tentang keselamatan kebakaran, seringkali perhatian kita tertuju pada hal-hal yang terlihat jelas: sprinkler di langit-langit, hidran di luar gedung, atau alat pemadam kebakaran yang tergantung di dinding. Namun, semua

kompartemen tahan api

Kompartemen Tahan Api: Membagi Gedung Menjadi Zona Aman

Saat kita berada di dalam gedung modern, seringkali kita melihatnya sebagai satu kesatuan yang besar. Namun, dalam konteks keselamatan, sebuah bangunan harus dilihat sebagai serangkaian “kotak” atau kompartemen. Ini adalah prinsip