Menghitung Kebutuhan APAR di Tempat Kerja : Panduan Lengkap

APAR untuk industri kesehatan

Mengapa Perhitungan Kebutuhan APAR Itu Penting?

Banyak perusahaan di Indonesia masih menempatkan alat pemadam api ringan (APAR) secara asal tanpa memperhitungkan luas area atau jenis risiko kebakaran. Padahal, perhitungan kebutuhan APAR yang tepat dapat mencegah keterlambatan dalam penanganan api dan meminimalkan potensi kerugian.

Menurut standar keselamatan kerja (Permenaker No. 4 Tahun 1980), setiap area kerja harus memiliki jumlah APAR yang cukup untuk menjangkau titik api maksimal dalam waktu 10 detik. Artinya, penempatan dan jumlah alat tidak bisa sembarangan.

Sebelum menghitung jumlah alat, penting juga memahami jenis-jenis APAR berdasarkan media pemadam agar hasil perhitungan sesuai dengan potensi risiko kebakaran di lingkungan kerja Anda.

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kebutuhan APAR

Dalam menentukan jumlah APAR yang ideal, beberapa faktor penting perlu diperhatikan:

  1. Luas Area Bangunan Setiap 200 meter persegi ruang kerja umumnya membutuhkan minimal satu unit APAR berkapasitas 6 kg. Jika area melebihi batas ini, penambahan unit wajib dilakukan untuk memastikan jangkauan efektif.
  2. Kelas Bahaya Kebakaran Tempat kerja dibagi menjadi tiga kategori risiko: rendah, sedang, dan tinggi.
    • Risiko rendah: kantor, toko kecil.
    • Risiko sedang: gudang, pabrik pengemasan.
    • Risiko tinggi: dapur industri, bengkel, laboratorium.
  3. Jenis Media Pemadam Pemilihan media (CO₂, Dry Chemical, Foam, atau Wet Chemical) harus disesuaikan dengan sumber potensi api. Misalnya, APAR Wet Chemical cocok untuk dapur, sementara Dry Chemical lebih fleksibel untuk area umum.
hitung kebutuhan apar

Rumus Dasar Menghitung Kebutuhan APAR

Secara umum, rumus untuk menghitung jumlah APAR dapat menggunakan pendekatan berikut:

Jumlah APAR = (Luas area / Jangkauan efektif APAR)

Sebagai contoh, satu APAR 6 kg memiliki jangkauan sekitar 15 meter. Jadi untuk ruangan seluas 450 m², dibutuhkan setidaknya tiga unit APAR agar setiap titik dapat terjangkau dalam waktu tanggap yang aman.

Namun, jika area memiliki sekat atau ruang tertutup, tambahkan 1–2 unit tambahan untuk mengantisipasi area yang sulit dijangkau.

Anda bisa membaca panduan lebih lengkap di artikel kami tentang cara menempatkan APAR sesuai standar K3 agar distribusi alat lebih efektif.

Menentukan Jenis APAR yang Tepat

Setiap jenis APAR memiliki keunggulan dan area aplikasi yang berbeda. Berikut tabel perbandingan sederhana:

Jenis APAR Media Pemadam Cocok Untuk Tidak Cocok Untuk
Dry Chemical Bubuk kimia serbaguna Kantor, gudang Ruang dapur
CO₂ Gas karbon dioksida Ruang server, panel listrik Area terbuka
Foam Busa kimia Area produksi, parkiran Ruang listrik
Wet Chemical Cairan basa lembut Dapur komersial Area umum
hitung kebutuhan apar


Jika Anda belum yakin jenis mana yang sesuai, pelajari perbedaan lebih detail antara APAR Wet Chemical dan Dry Chemical agar tidak salah pilih.

Bayangkan sebuah restoran dengan dapur seluas 300 m² dan ruang makan 200 m². Berdasarkan ketentuan, setiap 200 m² membutuhkan satu unit APAR 6 kg. Maka total kebutuhan minimum adalah 3 unit, dengan pembagian:

  • 2 unit APAR Wet Chemical di area dapur.
  • 1 unit APAR Dry Chemical di ruang makan.

Penambahan satu APAR cadangan di dekat pintu keluar juga direkomendasikan untuk mendukung evakuasi cepat.

kebutuhan apar di dapur komersil

Kesalahan Umum dalam Menghitung Jumlah APAR

Banyak perusahaan hanya berfokus pada pengadaan alat tanpa mengevaluasi kebutuhan jangkauan area. Beberapa kesalahan umum meliputi:

  • Menggunakan satu APAR besar untuk area luas.
  • Menempatkan APAR di balik pintu atau perabotan.
  • Tidak memperhatikan jenis risiko bahan bakar (minyak, listrik, atau bahan kimia).

Kesalahan ini bisa berakibat fatal saat kebakaran terjadi karena alat sulit diakses atau tidak efektif memadamkan jenis api tertentu.


 Untuk menghindari kesalahan ini, Anda dapat membaca panduan kami tentang perawatan rutin dan masa kedaluwarsa APAR.

Tips Profesional dalam Menghitung Kebutuhan APAR

  1. Lakukan survei risiko kebakaran minimal sekali setahun.
  2. Gunakan peta layout ruangan untuk menentukan jangkauan alat.
  3. Pastikan setiap lantai memiliki APAR yang cukup.
  4. Konsultasikan dengan vendor bersertifikat untuk audit kelayakan.
alat pemadam api ringan. jual apar surabaya, perawatan apar wet chemical, regulasi apar

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah jumlah APAR di kantor harus disesuaikan dengan luas ruangan?

Ya. Luas ruangan dan tingkat risiko kebakaran menjadi dasar utama penentuan jumlah APAR. Untuk menghindari kesalahan, Anda bisa membaca lebih lanjut tentang Panduan Lengkap APAR Wet Chemical: Fungsi, Cara Kerja, dan Standar Keamanan.

2. Berapa jarak ideal antar APAR di area kerja?

Standar umum menetapkan jarak maksimum 15 meter antar alat agar area dapat dijangkau dalam waktu tanggap cepat.

3. Apa akibat jika jumlah APAR kurang dari standar?

Risiko gagal tanggap meningkat, dan perusahaan bisa dikenai sanksi K3 saat audit keselamatan.

4. Apakah perlu APAR berbeda untuk area dapur dan ruang kerja?

Benar. Dapur sebaiknya menggunakan Wet Chemical, sedangkan ruang kerja dapat menggunakan Dry Chemical.

Pastikan bisnis Anda memenuhi standar keselamatan dengan jumlah dan jenis APAR yang sesuai.

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis seputar audit kebutuhan APAR dan layanan pemasangan profesional yang bersertifikat.

MORE NEWS

Profesional K3 sedang melakukan audit sistem pemadam kebakaran pabrik pada instalasi hydrant.

5 Alasan Wajib Lakukan Audit Sistem Pemadam Kebakaran Pabrik

Kapan terakhir kali Anda memeriksa kelayakan sistem proteksi di pabrik? Artikel ini mengupas tuntas 5 alasan krusial mengapa audit sistem pemadam kebakaran pabrik wajib dilakukan secara rutin. Mulai dari kepatuhan regulasi,
Ilustrasi pekerja pabrik yang ragu saat menghadapi situasi darurat akibat kurangnya pemahaman penggunaan APAR.

7 Kesalahan Penggunaan APAR Pabrik yang Fatal & Solusinya

Sering diabaikan, kesalahan penggunaan APAR pabrik ternyata menjadi penyebab utama kegagalan pemadaman api dini di area industri. Artikel ini mengupas 7 blunder fatal yang wajib dihindari, mulai dari pemilihan jenis media
Inspeksi risiko kebakaran pabrik oleh teknisi keselamatan menggunakan perangkat digital di area produksi.

Cegah Kerugian: Mengelola Risiko Kebakaran Pabrik & Solusinya

Risiko kebakaran pabrik merupakan ancaman nyata yang dapat mengganggu stabilitas produksi, keselamatan tenaga kerja, serta citra profesional sebuah perusahaan manufaktur. Artikel ini mengupas tuntas faktor penyebab, dampak bisnis, hingga strategi mitigasi